Pemetaan Fotogrametri Menggunakan UAV Atau Drone

Sekarang metode pemetaan fotogrametri sudah banyak yang menggunakan UAV/pesawat tanpa awak atau drone dalam mengambil dan merekam data dari sebuah objek di permukkan bumi. Hal ini tidak mengherankan karena menggunakan UAV / drone yang dilengkapi GPS untuk survei dari udara sangat efektif, apabila dibandingkan dengan menyewa sebuah pesawat udara dengan peralatan fotogrametri. Karena UAV relatif murah dan praktis, banyak perusahaan yang memiliki wahana UAV sendiri, untuk membantu kegiatan survei agar lebih cepat dan menghasilkan cakupan lahan yang luas. Dengan drone yang dilengkapi GPS dan kamera digital serta peralatan komputer yang baik, survei pemetaan fotogrametri dapat menghasilkan data dengan akurasi 1-2 cm.
Dalam artikel kali ini akan mengulas metode dan manfaat secara umum dari penggunaan drone untuk pemetaan  fotogrametri dan pemetaan Lidar. Survei pemetaan dengan menggunakan drone akhir-akhir ini sangat berkembang pesat seiring meningkatnya teknologi drone yang semakin canggih dan modern serta memakan biaya yang sangat murah dalam penggunaanya. Dengan di lengkapi sensor Lidar dan perangkat GPS navigasi, drone dinilai lebih praktis dalam merekam dan  mengumpulkan data fotogrametri. Penggunaan drone quadcopters dan multirotors dalam pemetaan fotogrametri dan pemetaan Lidar sangat memungkinkan untuk menghasilkan dan membuat peta 3 Dimensi.

Apakah fotogrametri itu?
Fotogrametri adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan perekaman data sebuah objek di permukaan bumi dari udara menggunakan sebuah wahana udara seperti pesawat terbang, satelit luar angkasa, pesawat tanpa awak (UAV) atau drone yang dilengkapi dengan sebuah kamera atau sensor dalam menghasilkan sebuah citra atau foto. hasil dari pengukuran dan pemetaan fotogrametri biasanya adalah peta, gambar atau model 3D dari beberapa objek di permukaan bumi yang telah ditentukan sebelumnya.

Proses dalam membuat peta 3 Dimensi
Dari wahana udara, kamera atau sensor LIDAR dipasang pada pesawat tanpa awak/ drone secara vertikal atau tegak lurus ke tanah. Sedangkan untuk membuat model 3D dari situs atau bangunan, kamera dipasang horizontal pada UAV atau drone. Beberapa foto dibuat overlay/ tumpang tindih (80 sampai 90% ) sau foto dengan foto berikutnya dari tanah atau permukaan bumi. foto direkam dan di ambil dengan  UAV yang terbang sepanjang jalur penerbangan yang telah diprogram dan ditentukan titik-titik koordinatnya oleh operator yang berdiri pada waypoint. Tumpang tindih (overlay) foto dari suatu obyek atau tanah yang ideal adalah 80 sampai 90% untuk menghasilkan data pemetaan secara akurat dalam koordinat navigasinya. Sangat penting untuk memiliki UAV atau drone yang memiliki waypoint dengan teknologi navigasi gps yang memiliki keakuratan titik koordinat yang sangat tinggi. Sehinga dalam mengolah dan menganalisis data hasil survei pemetaan, dapat memberikan sebuah gambaran yang nyata dan akurat sesuai bentuk dan keaadan aslinya di permukaan bumi.

UAV atau drone yang dilengkapi sensor Lidar dipasang sebuah alat scanner laser untuk mengukur ketinggian titik-titik yang terdapat di permukaan bumi seperti bangunan, vegetasi, lahan sungai, dan objek lainnya. Lidar (Light Detection And Ranging) 3DR X8-M UAV Untuk Fotogrametri dan scanner pemetaan lidar dapat menangkap ratusan kilometer persegi dalam satu hari kegiatan survei pemetaan fotogrametri, dengan mengukur 10-80 titik per meter persegi, model digital permukaan bumi termasuk objek diatasnya yang sangat detail dan akurat dapat dihasilkan. Keakuratan pengukuran memungkinkan model 3D yang dibuat dapat digunakan dalam setiap perencanaan, desain, dan proses pengambilan keputusan di berbagai bidang pekerjaan. sensor Lidar juga dapat menembus padatnya vegetasi, sehingga memungkinkan juga untuk menangkap struktur tanah/lahan kosong dimana satelit tidak bisa merekam objek tersebut, serta dapat melihat area penutup lahan yang cukup detail sehingga memungkinkan objek vegetasi di kategorikan atau di interpretasi citra secara akurat untuk memonitoring perubahan penggunaan lahan.

Manfaat penggunaan Lidar dalam pemetaan fotogrametri
Melalui pemetaan fotogrametri dengan menggunakan UAV/ drone dalam pemetaan Lidar, ada banyak data yang bisa dihasilkan dari citra foto udara, seperti data DEM / DTM / DSM (model permukaan digital), ortophoto, model bangunan 3D, peta kontur Planemetric (tepi jalan, ketinggian, kemiringan, bangunan, dll) serta dapat digunakan untuk survei volumetrik (perhitungan volume tambang dan galian di dalam perut bumi).

Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan LIDAR dalam fotogrametri.

  • Untuk manajemen kehutanan 
  • Monitoring serta penanggulangan banjir  tanah longsor
  • Modelling peta kepadatan dan polusi
  • Pemetaan dan Kartografi 
  • Perencanaan Kota
  • Pemetaan pesisir pantai
  • Perencanaan jalur pipa Minyak & Gas
  • Kegiatan eksplorasi pertambangan & mineral
  • Model peta situs arkeologi
  • Perencanaan jaringan listrik
  • Perencanaan jaringan seluler
  • dan lain sebagainya
  • Sumber: dronezon.com

    Read Also:

    Disqus Comments