Sistem Koordinat WGS-84 Dan ITRF

Advertise
Sistem referensi koordinat berdasar kerangka acuannya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: CIS (Conventional Inertial System) dan CTS (Conventional Terrestrial System). CIS adalah sistem koordinat referensi yang terikat langit dan digunakan untuk mendeskripsikan posisi dan pergerakan satelit atau benda-benda langit. Pada saat ini ICRS direalisasikan melalui daftar koordinat bintang-bintang yang dibakukan dalam suatu katalog yang dikenal dengan FK5. Origin kerangka acuan FK5 didefinisikan berimpit dengan pusat massa bumi (geosentrik), sumbu –Z positif mengarah ke CEP (Conventional Ephemeris Pole) pada epok standar J2000, sumbu-X positif ke arah titik Aries atau Vernal Equinox pada epok standar J2000 dan terletak pada bidang ekuator bumi, dan sumbu-Y tegak lurus sumbu-Z dan sumbu-X membentuk sistem koordinat tangan kanan. CTS adalah sistem koordinat referensi yang terikat bumi dan digunakan untuk mendeskripsikan posisi dan pergerakan titik-titik di muka bumi. CTS direalisasikan melalui sekumpulan koordinat titik-titik kontrol yang tersebar pada jaring lokal maupun global. Pada saat ini kerangka realisasi CTS yang banyak dipakai adalah WGS (World Geodetic System) 1984 dan ITRF (International Terrestrial Reference Frame).

World Geodetic System 1984 atau biasa disebut WGS 84 adalah sistem koordinat CTS yang didefinisikan, direalisasikan dan dipantau oleh NIMA (National Imagery and Mapping Agency) Amerika Serikat. Kerangka refererensi WGS 84 direlealisasikan pertama kalinya pada tahun 1987 dengan sekumpulan titik yang koordinatnya diamat dengan sistem satelit DOPPLER (NIMA, 2000). WGS 84 mengadopsi model geoid global EGM84, model geoid global EGM84 digunakan untuk mendefinisikan model elipsoid dan geoid. Model geoid mempunyai peranan dalam penentuan kerangka acuan WGS 84 yaitu penentuan pusat massa bumi dan nilai GM (konstanta gravitasi bumi termasuk massa atmosfer dan lautan). Origin kerangka acuan WGS 84 didefinisikan berimpit dengan massa bumi, sumbu-Z positif mengarah ke IRP (IERS Reference Pole), sumbu-X positif merupakan perpotongan antara bidang meridian IERS atau IRM (IERS Reference Meridian) dan bidang normal origin sumbu-Z, dan sumbu-Y tegak lurus sumbu-Z dan sumbu-X membentuk sistem koordinat tangan kanan (NIMA, 2000).

ITRF adalah sistem koordinat yang merupakan realisasi dari ITRS (International Terrestrial Reference System) yang didefinisikan, direalisasikan, dan dipantau oleh IERS (International Earth Rotation Service). Sistem ITRF direalisasikan dengan koordinat dan kecepatan dari sejumlah titik-titik yang tersebar diseluruh permukaan bumi yang diamat dengan metode VLBI, LLR, GPS, SLR, dan DORIS. ITRF berupa sekumpulan koordinat (tidak kurang dari 600) titik kontrol bumi dengan ketelitian 1 sampai 3 cm. Origin ITRF dan sumbu-sumbunya pada asalnya sama dengan WGS 84, akan tetapi ITRF telah mempertimbangkan dinamika lempeng bumi, pergerakan sumbu rotasi bumi dalam ruang inersia (presesi dan nutasi), dan fluktuasi dalam kecepatan rotasi bumi. 

Hubungan WGS 84 dan ITRF didefinisikan sebagai berikut (ITRF, 2010): X2 adalah koordinat WGS 84, X1 adalah koordinat ITRF, T adalah parameter translasi origin salib sumbu-X, sumbu-Y, dan sumbu-Z, D adalah parameter skala, dan R adalah parameter rotasi sumbu-X, sumbu-Y, dan sumbu-Z. Beberapa nilai parameter translasi, rotasi, dan skala dari ITRF ke WGS 84 ditunjukkan Tabel dibawah ini.
Tabel parameter transfomasi ITRF ke beberapa sistem koordinat, ITRF, (2010)

(baca juga: Cara Menentukan Koordinat Di Angkasa )
Advertise

Read Also:

Disqus Comments